Wamenag : Kontribusi Ormas Islam Pengaruhi Masa Depan Indonesia

  • Bagikan
Calon Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi memberikan salam usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/19). Hari ini, Presiden Joko Widodo memperkenalkan 12 orang sebagai wakil menteri yang akan membantu kinerja Kabinet Indonesia Maju.(ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY)

JAKARTA – Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi berpesan, peran serta kontribusi ormas Islam menentukan masa depan Indonesia. Sebab, sebagian ormas Islam di Tanah Air telah lahir serta berkiprah sebelum lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Zainut menambahkan, tentu saja ormas Islam telah matang ditempa zaman dan memiliki pengalaman di tanah dakwah, pendidikan, serta sosial kemasyarakatan.

“Saya perlu mengingatkan, peranan dan kontribusi omas Islam yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah dan ekonomi akan menentukan gambaran wajah Indonesia masa depan,” ucap Zainut dalam rilisnya, Sabtu (10/04/21).

Zainut menuturkan dirinya yakin ormas Islam menyadari betapa strategisnya peranan dakwah. Selain itu, kemampuan merespon tantangan yang dihadapi umat dan bangsa saat ini.

Dia juga mengapresiasi peran yang selama ini telah dilakukan oleh ormas Islam pada bidang sosial-ekonomi dan dakwah. Sebab, isu kemiskinan serta penguatan akidah umat perlu mendapatkan perhatian serius dari ormas Islam.

“Saya berharap ormas Islam memberi perhatian besar terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga fakir miskin, dan penyandang masalah sosial lainnya,” jelasnya.

Zainut mengatakan, dalam kondisi keuangan negara yang terbatas, maka dibutuhkan partisipasi masyarakat termasuk ormas Islam sangat diperlukan. Begitu pula, dalam penanganan dampak Covid-19 peran dan kontribusi ormas Islam sangat signifikan.

Selama ini, diketahui ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam, Al-Irsyad, Matlaul Anwar, Persatuan Umat Islam, Tarbiyah Islamiyah, dan berbagai wadah perkumpulan atau yayasan Islam yang bergerak di lapangan dakwah dan pendidikan, telah berbuat banyak dalam pemberdayaan umat.

“Hal itu perlu terus dipelihara dan dikembangkan seiring dengan tuntutan kebutuhan di masyarakat,” tuturnya.

Zainut pun kembali mengaskan ormas Islam tidak cukup hanya ber-fastabiqul khairat, melainkan harus melakukan amal jama’i, sinergi, koordinasi dan kolaborasi untuk mengusung agenda bersama dan merespon permasalahan umat dan bangsa.

“Pada hemat saya, dua kata kunci: komitmen kebangsaan dan kemajuan umat, haruslah menjadi nafas perjuangan seluruh ormas Islam di Tanah Air.” pungkasnya.

  • Bagikan