Pemekaran Aceh Malaka Tinggal 2 Rekomendasi dari Komisi II DPR RI & Kemendagri

  • Bagikan
aceh malaka
Tim pemekaran Aceh Malaka.

ACEH UTARA – Ikatan Mahasiswa Aceh Malaka (IMAM) menggelar pertemuan bersama Tim pemekaran Aceh Malaka dan Forum Bersama (Forbes) DPRK Aceh Utara wilayah barat dalam acara Buka Puasa Bersama di Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu (08/09/21).

Ketua Pemekaran Aceh Malaka, Prof Hadi Arifin mengatakan, perjuangan pemekaran itu sudah sampai dititik nasional. Sedangkan, administrasinya sudah rampung mencapai 85 persen.

Terkait tidak ada daerah pemekaran di seluruh Indonesia, pihaknya akan mengambil dengan menggunakan UUPA dan Perjanjian MoU Helsingki, dikarenakan Aceh memiliki kekhususan.

“Kita tetap optimis dan meminta mahasiswa di Aceh Malaka tetap semangat memperjuang pemekaran ini, sekalian kita juga minta doa dari masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Tim pemekaran Aceh Malaka, Muslim, menyebutkan proses pemakaran daerah itu tinggal dua langkah lagi, yakni persetujuan atau rekemondasi dari Komisi II DPR RI dan Kemendagri.

Persyaratan utama rekomendasi dari Gubernur, DPD RI, Bupati Aceh Utara, DPRK Aceh Utara hingga tingkat desa sudah ditangan. Artinya sudah ada dua tahapan lagi sesuai undang-undang harus di penuhi, yakni rekomendasi komisi II DPR RI yang membidangi pemerintah dan kemendagri yang merupakan tahapan terakhir harus ditempuh.

Dalam memperoleh rekomendasi dari DPR RI, Muslim menyebutkan pihaknya bersama Forbes DPRK Aceh Utara sudah berangkat ke Jakarta sebelum bulan Ramadan. Kedatangan pihaknya kesana dalam hal mengejar dua rekomendasi lagi, sekaligus menjalin komunukasi untuk melakukan pertemuan dengan pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI.

“Alhamdulillah, sudah ditangapi pertemuan tersebut oleh anggota komisi II DPR RI asal Aceh, Nasir Djamil yang sudah berjanji akan memberi luang untuk mengelar pertemuan dengan pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI,” kata Muslim.

Selain itu, komunikasi dengan pimpinan komisi II DPR RI juga dilakukan oleh Muhammad Atar selaku Ketua Umum IMAM dan juga Ketua HMI Lhokseumawe. Menginggat, pimpinan Komisi II DPR RI juga merupakan kader HMI.

“Dengan komunikasi tersebut, Insya Allah setelah lebaran ini kita akan kembali terbang ke Jakarta dikarenakan sudah diberi luang untuk silaturrahmi dengan anggota dewan tersebut,” katanya.

Muslim menyebutkan dipertemuan itu pihaknya akan memaparkan semua akademik yang sudah dimiliki didepan pimpinan dan anggota komisi II.

Sementara itu, naskah akademik tahun 2014 sudah rampung 100 persen. Namun, saat ini sedang dilakukan perbaikan tentang naskah terbaru 2021 oleh tim ahli yakni Dr Ismadi yang merupakan dosen Universitas Malikussaleh.

Terkait tidak ada pemekaran seluruh daerah di Indonesia, Muslim menegaskan pihaknya tetap akan pesimis terkait pernyataan Mendagri terkait tidak ada pemekaran. Menurutnya, itu hal-hal yang wajar dengan kondisi ekonomi negara Indonesia saat ini yang kurang menguntungkan apalagi ditengah pandemi covid-19.

“Kita sudah perjelas bahwa perjuangan pemekaran Aceh Malaka ini masih titik proses penyelesaian administrasi, bukan jadi atau kapan disahkan. jika administrasinya sudah rampung, maka langkah selanjutnya kita lobi untuk disahkan,”ujarnya.

  • Bagikan