Ngeri, 6 Jenderal BNN Musnahkan 9 Hektar Ladang Ganja di Aceh Utara

  • Bagikan
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memusnahkan 9 hektare ladang ganja dengan berat sekitar 35 ton di Desa Jurong dan Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (6/4/2021). Foto; Kabarin.id/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memusnahkan 9 hektare ladang ganja dengan berat sekitar 35 ton di Desa Jurong dan Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (06/04/21).

Pemusnahan ladang ganja ikut serta 6 Jenderal di BNN dan melibatkan 174 personel TNI, Polri, dan instansi terkait dengan cara dicabut, lalu dibakar. Ketinggian batang ganja sekitar 250 sentimeter. Tim gabungan mencabut batang ganja itu lalu membakarnya. Turut ditemukan sekitar 10.000 bibit ganja di dalam polybag.

Enam Jendral yang ikut dalam pemusnahan ladang ganja itu di antaranya adalah, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Dr Drs Petrus Reinhard Golose, Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol (Purn) Drs Arman Depari, Direktur Narkotika BNN RI, Brigjen Pol Drs Aldrin MP Hutabarat, Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN RI Brigjen Pol drh Chaindraprasto Saleh, Karo Humas dan Protokol (Himpro) BNN RI Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono, dan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh Brigjen Pol Drs Heru Pranoto.

Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose kepada wartawan, menyebutkan timnya terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk menemukan ladang ganja di seluruh Indonesia. Khusus Aceh Utara, ladang ganja kerap ditemukan di Kecamatan Sawang.

“BNN RI saat ini berkolaborasi dan berkoordinasi dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk menemukan dan mengamankan titik koordinat ladang ganja,” kata Komjen Pol Petrus Reinhard Golose.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose bersama lima jenderal lainnya, Selasa (6/4/2021), ikut serta memusnahkan ladang ganja seluas 9 hektare di Dusun Cot Rawatu, Gampong Jurong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Foto: Kabarin.id/Rahmat Mirza

Golose juga meminta Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib untuk memberdayakan masyarakat di pinggiran hutan. Misalnya dengan program tanaman lainnya, agar ganja itu diabaikan masyarakat. Karena mereka bisa menanam tumbuhan lain yang menghasilkan rupiah.

Komjen Petrus juga berharap agar BNN Provinsi Aceh dan BBN Kota Lhokseumawe memberdayakan ladang eks tanaman ganja tersebut untuk program Grand Design Alternatif Development (GDAD).

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose. Foto;Kabarin.id/Rahmat Mirza

“Tanami lahan tersebut dengan tanaman produktif lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat. Kepada kepala daerah, kami berharap membantu BNN setempat menjalankan program GDAD,” pungkas Komjen Petrus.

  • Bagikan