Lima Daftar Ulama yang Wafat Selama Pandemi COVID-19

  • Bagikan
Ustadz Tengku Zulkarnain meninggal dunia di Pekanbaru, Riau, Senin (10/05/21).Kabar itu telah beredar di sosial media dan media online.

JAKARTA – Sejak pandemi COVID-19 melanda, sudah banyak tokoh-tokoh terkenal dari berbagai kalangan yang berpulang, baik karena penyakit tertentu maupun akibat terpapar virus COVID-19. Kisah menyedihkan ini juga menimpa kalangan ulama.

Hari ini Indonesia berduka atas wafatnya Ustaz Tengku Zulkarnain . Ustaz asal Riau yang meninggal dunia setelah berjuang melawan virus Corona yang menggerogoti tubuhnya sejak pekan lalu.

Selain Ustaz Tengku Zulkarnain, berikut daftar ulama besar yang wafat selama pandemi:

Habib Ja’far Al Kaff. Foto : Doc Pri

1. Habib Ja’far Al Kaff
Pada 3 Januari 2021 lalu, Habib Ja’far bin Muhammad Alkaff dikabarkan meninggal dunia. Ulama karismatik asal Jawa Tengah ini wafat di Samarinda, Kalimantan Timur dan dimakamkan di Kudus. Habib Jafar merupakan sosok ulama yang sangat berpengaruh di Jawa Tengah. Ia memiliki tampilan khas berupa rambut panjang dengan kopiah.

KH Najib Abdul Qadir. Foto : Doc Pri

2. KH Najib Abdul Qadir
KH M Najib Abdul Qodir Munawwir meninggal dunia pada Senin 4 Januari 2021 dalam usia 67 tahun. Selama hidupnya, KH Najib dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al Munawir, Krapyak, Yogyakarta. Tidak diketahui pasti penyakit yang diderita KH Najib.

Syekh Ali Jaber. Foto : Doc Pri

3. Syekh Ali Jaber
Ulama dan pendakwah Indonesia, Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada Kamis 14 Januari 2021. Meski sebelumnya sempat dirawat akibat COVID-19, sahabat ulama Syeh Ali, Ustaz Yusuf Mansur menyampaikan jika ulama kelahiran Madinah tersebut telah dinyatakan negatif COVID-19, sebelum akhirnya meninggal dunia.

KH Atabik Ali. Foto : Doc Pri

4. KH Atabik Ali
Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum, KH Atabik Ali meninggal dunia pada 6 Februari 2021. KH Atabik meninggal dunia pada usia 78 tahun akibat terpapar virus COVID-19. KH Atabik Ali merupakan salah satu kiai kharismatik di Nahdlatul Ulama (NU) dan bagi kalangan nahdliyin.

Sumber: Wiendy Hapsari (Litbang MPI)

  • Bagikan