Dokter Bedah Saraf Aceh Sukses Gelar Pelatihan Dokter Umum Se Indonesia

  • Bagikan
Workshop Penanganan Emergensi Bedah Saraf untuk dokter umum se-Indonesia. Kanan-kiri: dr. Yose Sp.BS, dr. Nasrul Sp.S(K), dr. Jauhardin Sp.BS. Foto : Doc Ist

BANDA ACEH – Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (Perspebsi) Cabang Aceh sukses menggelar pelatihan skala nasional dengan peserta dari berbagai RS di Indonesia. Pelatihan yang dilakukan terdiri dari pelatihan untuk dokter umum, dokter spesialis Bedah Saraf, dan perawat, Minggu (25/07/21) dari aula kantor Gubernur Aceh.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Pertemuan Ilmiah Bedah Saraf, Pertemuan Ilmiah Tahunan Bedah Saraf Indonesia yang digawangi oleh Perspebsi cabang Aceh tanggal 24-25 Juli 2021 lalu.

Ketua Panitia yang juga Ketua Perspebsi Aceh DR. dr. Imam Hidayat M.Kes Sp.BS FINPS menyambut gembira atas suksesnya kegiatan ini dan menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para peserta.

“Awalnya kita rencanakan secara tatap muka, namun akibat kesulitan di masa pandemi, akhirnya dilakukan secara virtual. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, peserta kita batasi karena walaupun sebagian kasus berupa record/rekaman, pada pelatihan ini diperluas sesi tanya jawab, dan tetap dilakukan simulasi langsung secara virtual. Ini adalah workshop/pelatihan, bukan sekedar seminar,” terangnya.

Simulasi langsung pada Pelatihan Penanganan Kasus Emergensi Bedah Saraf untuk dokter umum. Foto : Doc Ist

Hal senada disampaikan juga oleh Sekretaris Perspebsi Aceh, dr. Iskandar, Sp.BS. Pelatihan yang dilakukan secara virtual semaksimal mungkin dilakukan seperti tatap muka.

“Untuk Pelatihan Bedah Saraf Neuronavigasi, kami meminta dari Perspebsi pusat mengirimkan 2 instruktur, yakni dr. Zainy Hamzah Sp.BS dan dr. Syafrizal Aboebakar, Sp.BS, keduanya adalah instruktur yang cukup berpengalaman di Indonesia. Untuk dokter umum, kita menghadirkan 3 instruktur, 2 ahli Bedah Saraf (dr. T. Yose Sp.BS dan dr. T. Jauhardin Sp.BS) dan 1 ahli Saraf (dr. Nasrul Musadir, Sp.S(K)). Mereka memaparkan materi, simulasi langsung dan tanya jawab sampai peserta puas. Untuk keperawatan, kita menurunkan para instruktur berpengalaman dari HIPENI (Himpunan Perawat Neurosain Indonesia). Semua pelatihan ini resmi memiliki Satuan Kredit Profesi (SKP) dari organisasi profesi terkait”, lanjutnya.

Main Course Instructor pelatihan dokter umum, dr. T. Yose MA, M.Ked, Sp.BS mengatakan, di Indonesia banyak pasien-pasien Bedah Saraf yang meninggal dunia akibat terlambat dirujuk karena masalah fasilitas dan masalah jarak ke RS rujukan.

“Inilah sebabnya kita memerlukan penanganan awal yang ekstra dari dokter umum sebagai garda terdepan pada kasus Bedah Saraf. Kasus itu meliputi tumor kepala, stroke perdarahan, hidrosefalus cedera tulang belakang, dan terlebih-lebih cedera kepala akibat kecelakaan yang sering memakan korban. Kesemuanya wajib dilakukan penanganan awal yang handal dan tepat sesegera mungkin,” pungkasnya.

Workshop Perawatan Kasus Emergensi Bedah Saraf dari HIPENI. Foto : Doc Ist

“Kegiatan penanganan emergensi Bedah Saraf untuk dokter umum diharapkan dapat menjawab kesulitan-kesulitan diatas, yang dialami teman sejawat dokter umum di daerah,” lanjut Yose.

Yose yang juga Bendahara Perspebsi cab. Aceh ini menambahkan, “Meskipun kali pertama diadakan di Aceh dan belum pernah ada sebelumnya, namun kita akan adakan lagi pelatihan di Aceh setelah ini, yang berfokus khusus untuk daerah Aceh saja, agar betul-betul efektif dan efisien. Khusus untuk Aceh. Rencana tersebut memang sudah tertuang didalam program Perspebsi Aceh tahun ini.

“Diharapkan dengan kegiatan ini akan berkembang rekomendasi dan solusi aplikatif yang dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan di Aceh, khususnya kasus emergensi Bedah Saraf. Untuk itu kami memerlukan dukungan penuh dari Pemerintah Aceh, Rumah Sakit dan peran serta dokter umum pada kegiatan berikutnya nanti agar angka kematian yang masih sangat tinggi di Aceh akibat stroke perdarahan, cedera tulang belakang terlebih lagi cedera kepala dapat segera turun,” ucap Yose optimis. (*)

  • Bagikan