Aksi SMUR, Minta Pemko Lhokseumawe Peduli Guru Honorer

  • Bagikan

LHOKSEUMAWE – Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) Lhokseumawe dan Aceh Utara meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, untuk memperbaiki mutu pendidikan serta peduli terhadap nasib guru honorer.

Koordinator Aksi, Nanda Risky menyampaikan, dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional yang selalu dirayakan pada 2 Mei. Malah yang terjadi sebuah ironi nasib guru honorer dan mutu pendidikan masih jauh dari harapan.

Untuk sektor pendidikan di Aceh mendapatkan alokasi dana bersumber dari Otonomi Khusus (Otsus) sebesar 20 persen.

“Kita meminta kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pendidikan untuk mempedulikan nasib guru honorer maupun Tenaga Harian Lepas (THL) yan hidupnya belum sejahtera,” kata Nanda dalam aksi damai yang digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe, Senin (3/5/21) siang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Ibrahim mengatakan, pihaknya bukan sebagai pengambil kebijakan, dan kita juga harus membicarakan hal itu dengan Walikota Lhokseumawe, karena pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS juga terkait dengan regulasi dari pemerintah pusat.

“Kalau pengangkatan guru honorer menjadi PNS itu kapasitasnya bukan kita (Dinas Pendidikan), tapi ada regulasi pemerintah pusat dan terlebih sekarang ini sudah PPPK (Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja). Kita paling mendata, tapi kalau kapasitas CPNS itu melalui Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), bukan di Dinas Pendidikan,” kata Ibrahim.

  • Bagikan